Transparansi sendiri dapat diartikan dengam keterbukaan , tidal ada hal yg disembunyikan . Dalam jual beli beberapa faktor yang mempengaruhi produl diterima oleh konsumen adalah transparansi harga . Seringkali kita melihat ritel modern lebih lebih ramai pengunjungnya di banding dengan yang tradisional , contohnya orang lebih ramai masuk ke Mirota Batik daripada ke Pasar Beringharjo , atau Indo/Alfamart lebih ramai daripada pasar tradisional . Pembeli cenderung lebih suka untuk melihat harga langsung , daripada melakukan praktik.negosiasi langsung. Karena persepsi yg ada bila di pasar tradisional mark up harga lebih besar , mgk ada yg pengalaman mendapat harga setengah dari harga yg ditawarkan .
Belum lagi etika bisnis yg belum seluruhnya paham , dimana ketika memulai proses negosiasi sang penjual berpikirn bahwa harus dibeli , bila tidak dibeli kadang kala ada perkataan yang kurang etis. Di ritel modern mereka memamg memasang harga yang sdh ditetapkan , kebanyakan memang tidak meberikan kesempatan negosiasi .
Strategi transparansi harga setidaknya akan memicu kepercayaan dari calon pembeli , ditambah kalau masih membuka pintu negosiasi harga baik pembelian dalam jumlah kecil atau besar . Hal tersebut juga membuat calon pembeli tidak seperti membeli kucing dalam karung , semoga bermanfaat
Ditulis kembali dr artikel Mas Jaya setiabudi di FB