Kisah dimulai setelah lulus SMA , masing - masing sudah berpencar sesuai pilihan studi lanjutan , saya sendiri di semarang , teman lain juga kuliah di kota - kota universitas lain . Namun hanya 1 teman ini , sebutnya saja Sinyo sepertinya menghilang tanpa jejak . Sampai suatu saat saya mendengar bahwa dia melanjutkan study di Jerman . WHATT .... Jerman ???? Mengapa saya terkejut , karena asaya tau persis bagaimana kita " belajar " di SMA hehe , tentunya kalau mendengar berada di Jerman sangat membuat shock dan iri sepertinya .
2010 kebetulan kita mendapat kesempatan bertemu di Jakarta , kebetulan dia ada proyek di sini . Saya , Sinyo dan Singo ( teman akrab satunya lagi ) bertemu di di salah satu apartemen . Di situ baru jelas apa yang sebenarnya terjadi terhadap Sinyo , dia ceritakan dari awal bgaimana dia sampai bisa meneruskan studi di Jerman. Flashback lagi , ketika lulus SMA dia mendaftar UMPTN ternyata tidak berhasil kemudian memutuskan libur setahun dan akan mencoba tahun depan . Sampai suatu saat dia membaca mungkin iklan surat kabar pagi , dan menemukan penjelasan singkat dan kecil tentang pendidikan gratis di Jerman. Tanpa jeda langsung dia berangkat menuju surabaya untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang informasi ini . Sampai di surabaya , ketemu tempatnya , dan katanya kok sepi dan tidak ada orang . Tanya - tanya ternyata memang lagi libur :) ha ha ha , maklum lagi semangat 45 tanpa cross check dahulu .
Singkat kata Sinyo menjalani pendidikan selama setahun terutama mempelajari bahasa inggris dan jerman , sampai saatnya dia berangkat ke jerman . Di jerman tantangan itu baru di mulai , dia harus lulus ujian untuk masuk universitas . Pilihannya hanya 2 , Lulus dan lanjut studi atau tidak lulus , artinya harus kembali ke indonesia mungkin jadi tukang becak . Menurut saya hal ini yang jadi pemacu dia untuk belajar lebih keras dan tujuannya hanya satu berhasil lanjutkan study . Bagi saya mengubah pola belajar dari yang semau saya menjadi disiplin memang sangat sulit , namun karena salah satu faktor tekanan yang harus berhasil itu yg membuat dia tidak ada pilihan lain . Ketika pengumuman ujian , ada 15 orang Indonesia menunggu nasibnya . Dan ... hanya dia yang LULUS ....
2014 kita dipertemukan kembali dan dia sudah jadi eksekutif muda ( kl boleh disebut begitu ) dan sudah punya hal - hal yg dulu mungkin tidak pernah terpikir oleh saya atau mungkin dia sekalipun. Yang bisa saya ambil dari sini adalah ketidak mungkinan itu bisa di lawan dengan keyakinan yang kuat . Jangan pernah menganggap remeh kemampuan anda , ketika berhadapan dalam situasi yang memaksa kita bekerja - belajar lebih keras kita tidak akan pernah tau batasan kemampuan kita . Mungkin hanya ini yang bisa saya hadiahkan untuk mu Bro , semoga kisahmu jadi inspirasi untuk saya dan rekan - rekan lainnya . Mohon maaf karena tidak minta ijin dulu waktu nulis ini , sukses untuk kita semua
No comments:
Post a Comment